UPDATE! Semua artikel, materi, file download dan konten terbaru blog ini kami upgrade ke situs GuruPenjas.com. Segera cek untuk mendapatkan update materi terbaru!
GuruPenjas.com | GuruPenjas.com | GuruPenjas.com
![[andriarto.blog.uns.ac.id]-dasar-dasar-pendidikan-jasmani-olahraga](https://civitas.uns.ac.id/andriarto/wp-content/uploads/sites/49/2016/02/andriarto.blog_.uns_.ac_.id-dasar-dasar-pendidikan-jasmani-olahraga.jpg)
Semoga kebahagiaan Anda rasakan setiap detiknya. Pun dengan keceriaan yang saya harap selalu menyertainya. Mungkin pada kesempatan kali ini saya kembali akan sedikit berceloteh dengan sedikit aroma keseriusan. Karena seperti biasanya, saya akan berbagi materi kuliah yang pernah saya dapatkan tatkala saya berstatus sebagai mahasiswa semester 3.
Bagi Anda para pembaca yang merupakan mahasiswa olahraga pasti tidak asing dengan istilah Dasar Pendidikan Jasmani. Ya, selama ini Pendidikan Jasmani selalu menjadi bidang yang menurut saya dipandang sebelah mata. Entah karena alasan apa yang pasti alasan-alasan tersebut menjadi topik perbincangan klasik di kalangan guru-guru Indonesia. Singkatnya, mengapa Pendidikan Jasmani sering dipandang sebelah mata? Yah jawabannya sederhana, karena mereka di luar sana belum memahami dasar-dasar pendidikan jasmani.
Maka dari itu, pada tulisan saya kali ini coba akan saya uraiakan Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani, yang harapannya bisa menjadikan pembaca dimanapun berada semakin mengerti betapa penting dan kompleks nya Bidang Pendidikan Jasmani . Sebelum bahasan mengenai apa saja dasar-dasar dalam pendidikan jasmani saya sampaikan, alangkah lebih baiknya jika Anda terlebih dahulu memahami apa hakikat pendidikan jasmani.
Jadi begini, Pendidikan Jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam hal fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memanfaatkan alat fisik untuk mengembangan keutuhan manusia. Dalam kaitan ini diartikan bahwa melalui fisik, aspek mental dan emosional pun turut terkembangkan, bahkan dengan penekanan yang cukup dalam. Setelah memahami hakikat pendidikan jasmani, mari saya ajak untuk menelisik lebih dalam beberapa dasar dalam pendidikan jasmani. Ada beberapa dasar yang harus benar-benar dipahami oleh para calon aktivis bidang penjas, dasar-dasar ini akan bermanfaat untuk meningktkan kualitas pribadi dari masing-masing aktivis (terutama guru) agar mampu mencapai tujuan utama penjas yang berlandaskan hakikat yang di atas sudah saya tuliskan.
Dasar Sejarah Pendidikan Jasmani
Pertama dari semuanya adalah mengenai sejarah penjas. Dimulai setelah Indonesia merdeka bangsa Indonesia mulai berbenah diri di segala bidang termasuk bidang olahraga dan pendidikan jasmani yang mana dengan melakukan perubahan dan penyempurnaan pada pemerintahan, sistem keolahragaan, dan badan-badan olahraga untuk menunjang keolahragaan dan pendidikan jasmani di Indonesia. Dengan perubahan tersebut Indonesia akhirnya dapat mengikuti pertandingan olahraga tingkat internasional. Dan selain itu, Indonesia akhirnya dipercaya untuk menggelar event internasional (Asian Games) serta pula menggelar event olahraga ditingakat nasional (PON). Dan dari situlah muncul atlit-atlit yang mengharumkan nama negara Indonesia.
Contoh Makalah tentang Dasar Sejarah Penjas |Download
Dasar Filsafat Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani mampu menjadi alat ampuh dalam membangun karakter bangsa, moral, disiplin, dan nilai positif lainnya. Melalui filsafat, identitas pendidikan jasmani akan terbentuk. Usaha ini dapat dilakukan menggunakan aliran filsafat eksistensialisme. Mengedepankan eksistensi pendidikan jasmani dan olahraga dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan jasmani dan olahraga yang bertujuan mengolah jiwa dan raga ke arah positif. Aliran ini memberikan kebebasan pada masyarakat untuk memilih kegiatan pendidikan jasmani dan olahraga sesuai kemampuan individu. Sehingga diharapkan mereka merasakan langsung manfaat yang diperoleh. Hal ini akan membangun identitas baru bahwa pendidikan jasmani adalah penting untuk tetap dilaksanakan.
Contoh Makalah tentang Dasar Filsafat Penjas |Download
Dasar Biologik Pendidikan Jasmani
Biologi berkaitan erat dengan pendidikan jasmani. Seperti kita ketahui bersama bahwa manusia bergerak didukung oleh sistem yang ada dalam tubuh manusia. Ada sepuluh sistem yaitu: sistem kerangka, otot, peredaran darah, syaraf, pencernaan, endokrin, pembungkus dan reproduksi. Sistem yang ada ini saling terkait untuk mendukung adanya gerak. Sedangkan gerak merupakan dasar utama dalam pembelajaran penjas. Jadi pemahaman tentang sistem-sistem yang ada dalam tubuh kita menjadi bekal dasr memahami penjas.
Contoh Makalah tentang Dasar Biologik Penjas |Download
Dasar Psikologik Pendidikan Jasmani
Olahraga yang bersifat gerak aktif memiliki kaitan dengan psikologi. Olahraga mampu menjadi media dalam mengekspresikan aspek – aspek psikologi seseorang. Banyak bahasan dalam psikologi olahraga , seperti motivasi, agresivitas, anxiety, percaya diri, semangat, bertanggung jawab, ,menghargai orang lain dan aspek psikologis lainnya. Semua aspek psikis tersebut mampu menjadi pendukung dalam meningkatkan prestasi olahraga dan juga mampu memasyarakatkan olahraga.
Contoh Makalah tentang Dasar Psikologik Penjas |Download
Dasar Sosiologik Pendidikan Jasmani
Salah satu masalah penting dalam kehidupan bermasyarakat adalah bersosial dan berinteraksi, pendidikan jasmani dan olahraga sebagai salah satu sarana pendidikan masyarakat / olahragawan /manusia/ individu untuk memberikan suatu pemikiran tentang bagaimana cara hidup dengan layak dan sehat jasmani dan rohani dalam dalam kehidupan bermasyarakat. Mengajarkan sosiologi sebaiknya lebih bersifat berinteraksi dengan lingkungan. Tindakan lebih baik dari kata-kata. Nilai Sosial itu beraneka ragam, termasuk loyalitas, kebajikan, kehormatan, kebenaran, respect, keramahan, integritas, keadilan, kooperatif dan mudah berinteraksi dengan masyarakat.
Contoh Makalah tentang Dasar Sosiologik Penjas |Download
Dasar Biomekanika Pendidikan Jasmani
Ilmu biomekanika memiliki keterkaitan yang sangat signifikan dengan ilmu keolahragaan, karena segala sesuatu yang dilakukan dalam aktivitas olahraga secara ilmiah mengacu pada ilmu biomekanika yang di dalamnya membahas tentang prinsip gerak tubuh manusia berdasarkan prinsip mekanika yang tak terlepas juga dari ilmu anatomi dan fisiologi olahraga. Selain itu, pelaksanaan gerak atau keterampilan yang berlandaskan ilmu biomekanika akan menghasilkan suatu gerakan yang efisien dan efektif serta terkoordinasi dengan baik sehingga dapat mengurangi peluang untuk terjadinya cidera olahraga yang pada akhirnya akan menghasilkan suatu pencapaian prestasi olahraga yang optimal.
Contoh Makalah tentang Dasar Biomekanika Penjas |Download
Beberapa dasar di atas menjadi syarat wajib bagi guru penjas untuk mampu menguasai dan benar-benar memahami apa,bagaimana dan untuk apa pendidikan jasmani diberikan. Tanpa pemahaman mengenai dasar-dasar di atas, guru penjas akan mengalami kebingungan identitas, karena identitas sebenarnya dari guru penjas adalah pemahaman mendasar tentang dasar-dasar tersebut. Sehingga guru penjas yang tidak memahami dasar pendidikan jasmani suatu saat akan tergerus oleh modernisasi dan lupa atau bahkan kehilangan jati diri sebagai guru penjas, yang mengakibatkan guru tersebut tidak layak untuk memberikan pendidikan jasmani dan malah perlu diberikan pendiidkan jasmani.
Mungkin paragraf di atas menjadi penutup tulisan saya kali ini. Pertanyaan dan tanggapan sila tulis di kolom komentar. Mohon maaf apabila ada kesalahan tulisan maupun pemahaman. Syukron atas perhatiannya 🙂
Waah, lengkap sekali kak dasar-dasar pendidikan jasmaninya..
Sepertinya, post-post kakak selalu lengkap ya 😀
Nice information, kak!
LikeLike
Wah, Kak Nanda terlalu melebihkan 😀 Yang berlebihan itu tidak baik loh kak 😀 😀
Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya kak 🙂
LikeLike
Wah, baru tau kak..
Awal pikiran saya terkait dengan “Pendidikan Jasmani” pasti kuliahnya diajarin tentang olahraga, olahraga, dan olahraga. Ternyata stigma saya salah. Malahan, Pendidikan Jasmani itu mencakup ilmu-ilmu lainnya, seperti Sosiologi, Psikologi, Biomekanika, dll.
Maaf ya kak bila stigma saya sebagai orang awam dulunya salah, hehe~
Nice post kak~
LikeLike
Dalam pendidikan jasmani,aktivitas fisik/jasmani itu hanaya sebagai sarana kak, tujuannya tetap memnusiakan manusia seutuhnya. 🙂
Bahkan saya pernah baca kalau menurut teori, dalam pendidikan itu diberikan materi ke siswa 50% Psikomotor, 30% Kognitif, dan 20% Afektif. Namun seorang guru penjas harus mampu memberikan materi kepada siswa 100% Psikomotor, 100% Kognitif, dan 100% Afektif.
Hehe gpp kak santai aja, yang penting sekarang Kak Adam udah tau dan mulai mengubah stigma lama nya 🙂
Terimakasih kak atas kunjungan dan komentarnya 🙂
LikeLike
Wah sip mas…
Btw sampai sekarang saya masih bingung kak, “Memanusiakan Manusia” maksudnya? Padahal manusia kan manusia, mengapa kok dimanusiakan? Apa yang dimanusiakan?
hehe…
LikeLike
Wah, pertanyaan menarik nih 😀
Jadi gini kak,kita kan tau bahwa manusia itu sebagai ciptaan Tuhan paling mulia, kebahagiaan utama guru adalah ketika dapat menjadikan sesama manusia (peserta didik) lebih terdidik, lebih bermartabat, lebih sukses, lebih pintar, dan lebih baik hidupnya. Di situlah baru seseorang benar-benar memperoleh ‘gelar kemanusiaannya’. Selama kepintaran, keterdidikan, kesuksesan, kekayaan, dan semua kelebihan yang dimiliki hanya untuk kepentingan dan kepuasan diri sendiri, berarti belum menjadi manusia utuh sebagaimana seharusnya.
Intinya,keniscayaan manusia adalah ingin dihargai,dan kita belum disebut manusia seutuhnya kalau belum bisa menghargai manusia lain.
Nah,tugas pendidikan lah untuk menjadikan manusia bisa menghargai manusia lainnya (memanusiakan manusia) 🙂
Semoga membantu 🙂
LikeLike
Oh gitu…, hehehe..
Jadi kalau kepintaran itu dimiliki sendiri dan tidak dibagikan ke orang lain, tujuannya hanya utk dirinya sendiri, berarti itu bukan disebut “manusia seutuhnya” ya…
Makasih ilmu nya kak Irfan~
LikeLike
Yap!
Nah itu kak Adam udah bisa nangkep dengan sempurna 🙂
Oke sama-sama kak, terimakasih juga atas kunjungan dan komentarnya 🙂
LikeLike
Wah.. wah.. wah.. banyak juga ya kak yang dipelajari di PJKR, saya kira tidak sampai ke ilmu-ilmu yang lain seperti Psikologik, Sosiologik dan Biomekanik. gk kebayang gimana kuliahnya…
LikeLike
Dasar-Dasar Penjas itu baru 1 Mata Kuliah kak 😀
Masih banyak yang lain 😀 hehe
Kuliahnya? Pokoknya dijalanin aja kak 😀
LikeLike
Fan, kayaknya blogmu ini kudu disosialisasi buat adik-adikmu biar populer di prodi 🙂
LikeLike
Waah,tuh kan Mas Riza berlebihan lagi 😀
Prodi apa dulu nih? 😀 😀 Emang mau bantuin sosialisasi? 😛
LikeLike
Mau, dong, tapi ntar aku di-bully, kan aku bukan anak penjas 😀
LikeLike
Yaelah, anak penjas atau bukan kalau yang sosialisasi saya gak ngaruh mas wkwwk 😀
Jadi tenang aja 🙂
#PeDe detected 😀
LikeLike
Nyari makalahnya di blog lain cuma satu per satu, di sini langsung lengkap dijadiin satu 😀 😀
The best lah pokoknya 😀 😀
Thanks mas
LikeLike
Haha, memang saya pengen memudahkan rekan mahasiswa lain agar lebih mudah dalam mendapatkan referensi tugas bikin makalah kak 🙂
Terimakasih atas kunjungan dan komentarnya 🙂
LikeLike
Sebenernya masih bingung mas bagian Dasar Filsafat Penjas 😦
Bisa minta tolong dijelasin lagi gak dengan singkat 😀
LikeLike
Halo Kak Bagas 🙂
Kalau masih bingung mengenai Filsafat Penjas, coba bisa kakak baca tulisan saya yang ini dulu, semoga bisa sedikit mencerahkan 🙂
[ http://andriarto.blog.uns.ac.id/the-real-guru-penjas-profesional-sejati/ ]
LikeLike
lengkap banget isinya
makasih kak irfan ardianto 🙂
LikeLike
Semoga bermanfaat ya.
Oiya, FYI nama saya IRFAN ANDRIARTO ya, bukan “ardianto” hehe
LikeLike
Baru tau ada filsafat penjas. terima kasih atas sharingya
LikeLike
Iya ada.
Jika berkenan boleh kok disebarkan kebermanfaatannya, hehe
LikeLike